Bandung- Masalah pembangunan Carrefour di Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung (22/5) menjadi penyebab kekesalan warga sekitar. Pasalnya pembangunan yang di buat pada akhir tahun 2014 lalu membuat warga sekitar merasa dirugikan, pembangunan yang pada saat itu belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) sudah mendahului membangun swalayan tersebut.
Pembangunan Carrefour yang sangat dekat sekali dengan pemukiman warga membuat warga banyak yang protes dan merasa tidak nyaman dengan adanya pembangunan tersebut. Akibat dari pembangunan tersebut, yang dimulai dari bulan Agustus 2014 sampai saat ini, warga banyak mengalami dampak negatif. Diantaranya adalah banyaknya warga yang terkena ISPA, gatal-gatal, air warga menjadi surut, dan wilayah warga yang biasanya tidak pernah terkena banjir pada musim hujan, saat ini terkena banjir, akibat tertutupnya saluran air oleh pembangunan tersebut.
Hingga saat ini pembangun Carrefour terus berlanjut yang sudah mencapai tahap pembangunan 75%. Rafliadi, mahasiswa jurusan Planologi Universitas Islam Bandung mengatakan “pembangunan swalayan ini memang jaraknya terlalu dekat dengan pasar tadisional dan pemukiman warga. Zonasinya pun diperuntukan untuk pemukiman dengan itu pasti menimbulkan dampak kepada warga sekitar”. Harus ada peninjauan ulang dalam pembangunan swalayan tersebut agar tidak merugikan banyak pihak.




